SaD–26

1057 Words

"Mas malam ini mau ada acara. Adek gak papa kan, di rumah sendiri?" Aku mengabaikan pertanyaan Mas Sam, aku lebih suka memainkan tangan besar miliknya. Membandingkan jari-jariku dengan jari-jarinya. "Dek, denger gak?" Mas Sam memanggilki, tapi kali ini dengan kecupan di pelipisku. Aku mengangguk sebagai jawaban, rasanya aku tidak ingin ditinggal Mas Sam. Aku ingin ditemani Mas Sam ketika tidur. "Kok diem, hm?" Aku menghela napas kasar, merutuki diriku yang akhir-akhir ini gampang baper. "Em, gak papa kok, Mas. Kan masih ada Mang Eja, Bi Tari, Bi Inah," Mang Eja adalah satpam di rumah milik Mas Sam ini. "Beneran?" Aku mengangguk cepat, sebagai tanda aku tidak keberatan ditinggal. Meskipun di lubuk hatiku, aku tidak rela sama sekali. Entahlah, akhir-akhir ini aku sensitif sekali. Naf

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD