Celine tidak bisa memejamkan mata sama sekali, terpikir apa yang terjadi sama Arash, sehingga emosi seperti itu saat miting dengan Steve di teras depan kamar rawat inap ini. Betapa dia ingin menenangkan sang presdir, agar bisa berpikir jernih menyelesaikan masalah yang ada. Namun dia tidak berani, karena belum jauh mengenal cucu James ini. Pelan dia memiringkan badan agar melihat ke tuan muda itu. Tidak lama menghela napas sebab sang presdir masih kerja depan laptop, dan tampak wajah pria itu tegang. Pelan dia memiringkan badan ke arah lain, dimatikan roda infusan, diambil tiang yang tergantung kantong infusan, lalu dengan hati-hati turun dari tempat tidur. Kedua mata sesekali melihat ke sang presdir, berharap pria itu tidak melihat ke dia. Namun Steve melihat itu, perlahan bergerak meng

