Sejurus kemudian Arash membuka mata, lantas memanggil istrinya. Dia tidak mau Abel mengatakan mengapa dia babak belur. "Sayang!" Suara ini membuat sang istri dan Abel berbarengan melihat ke sang presdir. Nyonya muda tampak lega, juga cemas. "Kok bangun, Ara?" satu tangannya mengusap wajah tuan muda itu, "Apa Kamu merasa tidak enak badan kah?" "Aku baik saja, Sayang," sahut cucu James meraih tangan tersebut, "Kamu bubu disisiku," dia melirik ke sisi badannya yang menghadap sang istri, "Ayuk Sayang, Kamu butuh istirahat." Celine menghela napas, sedikit menggaruk kepala. Dia sudah pernah tidur satu ranjang sama tuan muda itu sebelum menikah, tapi kini merasa segan karena pria itu sudah suaminya. Saat ini kan malam pengantin, kalau Arash pengen gimana? Meski pria itu sedang sakit, tapi di

