Arash menurunkan Celine, didudukan ke kursi yang ada di teras rumah kontrakan Giovan, lantas bergegas kembali ke mobilnya, tidak lama kembali membawa kotak berisi gaun pengantin yang rusak, tas milik sang gadis, dan plastik berisi makan malam. Diletakan ke meja, lalu duduk disisi gadis tercinta. Sang gadis melihat semua ini tersenyum haru karena sang presdir Ikhlas mengerjakannya. Tadi pun di Bridal House, tuan muda membela dia, bahkan nyaris menghabisi hidup Alika. "Lin," sang presdir menegur Celine, "Apa Paman Martin sudah tidur?" dia bertanya karena melihat rumah gelap, hanya teras yang terang. "Mereka tidak di rumah," sahut sang gadis tersenyum, "Kalau Paman di rumah, Aku belum pulang, pasti beliau nyalakan lampu," ujarnya, "Ngga pa pa, Ara. Mereka mungkin ke rumah sakit untuk kont

