Sedikit Rasa

1209 Words

Vienna menatap dengan bingung wajah suaminya yang terlihat marah.  “Kamu mau kemana?” ulangnya menghiraukan pertanyaan Vienna. Bola mata hijaunya terlihat berkilat-kilat. “Mau aku ketemu pacarku, mau aku pergi ke pasar terserah aku dong, kenapa kamu marah-marah begini. “Vienna?” “Aku bukan Vienna, aku bukan istrimu!” ujar Vienna mencoba melepaskan diri. Tapi Luca lebih kuat. Dia menarik tangan Vienna dengan kasar. Namun sebelum dia sempat berbicara. Kakinya ditendang kuat-kuat oleh Taylor. “Uncle mau apakan Aunty Ayana?” pekik  Taylor dengan marah. Anak kecil itu menatap pamannya dengan penuh emosi. Dia kembali menendang Luca saat pria itu masih juga belum melepaskan tangannya. “Lepaskan tangan Aunty Ayana!” hardiknya lagi. Walau sebenarnya pukulan anak lima tahun itu tidak terasa, t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD