Luca memandang dua keponakannya yang masih tidur, namun sebenarnya hatinya masih cukup sedih karena mengalami kembali penolakan dari Vienna. Kedua anak itu masih tertidur saat Luca naik ke atas tempat tidur. Tapi saat merasakan pergerakan di atas tempat tidur, Taylor terbangun. “Mana Aunty Yana?” tanyanya dengan suara serak. "Semalaman aku di peluk oleh Aunty Yana, dia baik ya Uncle Luc?" puji Taylor bangkit dari tidurnya. “Iya tahu, kamu tuh membuat penantianku yang hampir terjadi, gagal!” dengus Luca kesal dalam hati. Tapi dia membuka tangannya sehingga anak itu masuk dalam pelukannya. “Iya, Aunty Yana memang baik.” ujar Luca menyetujuinya. “Kita belum mau pulang kan, uncle? Papa mama masih lama kan?” tanya anak umur lima tahun itu dengan suara nyaringnya. “Belum kita seminggu d

