Hari demi hari berlalu, tetapi hubungan Darren dan Nadia semakin menjauh. Nadia berangkat pagi-pagi ke butik, sore hari gadis itu akan langsung ke kelas bela diri. Malam hari ia tidak pernah keluar, ia sibuk mengurusi pesanan online-nya. Darren sudah mengirimkan pesan untuk makan bersama, atau sekadar mampir ke unitnya. Namun, Nadia tidak merespon sama sekali. Bahkan sudah dua minggu pesannya tidak dibalas oleh Nadia. "Dia ini sebenarnya kenapa? Nggak mungkin PMS lama banget sampai dua minggu, kalaupun marah ... sebelumnya juga tetep kirim makanan. Ini malah mengurung diri terus, aku sampai nggak tahu keadaannya gimana!" desis Darren. Pria itu tidak bisa fokus, bahkan ia meminta Jacob untuk mengubah jadwal meetingnya. Memikirkan Nadia sangat memeras otak. Netranya melirik jam yang terp

