Chapter 32

1027 Words

Siang ini Darren terbangun dan langsung menuju rumah sakit bersama Tania. Dokter Raisa sengaja menyiapkan waktu khusus untuk Darren setelah pasien-pasiennya pulang. "Maaf sudah merepotkan, Dok," kata Darren yang saat ini duduk di ruangan Dokter Raisa. "Tidak, Pak Darren. Sudah tugas saya selaku dokter kandungan Ibu Tania." "Baik, Dok," jawab Darren sambil mengangguk ramah, tidak sabar rasanya mendapatkan hasil tes DNA-nya. Kemarin dia dan Dokter Raisa sudah berkonsultasi lewat telepon, Dokter Raisa sudah menjelaskan prosedur dan resikonya. Namun, karena sudah diambang batas kesabaran, Darren langsung mengiyakan dan mau memberikan persetujuan tertulis yang dia bawa hari ini. Dokter Raisa memandu Tania ke ranjang untuk dilakukan USG guna mengetahui posisi cairan amnion atau air ketuba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD