"Siapa kau bisa seenaknya menyuruhku?!" tanya Darren sambil menaikkan dagunya. Tatapan elang itu membuat tubuh Nadia mengkeret. "Tidak seharusnya seperti ini, Kak. Tidak akan baik membalas kejahatan dengan kejahatan, kita tidak ada bedanya sama mereka." Darren berdecih seraya membuang muka, detik berikutnya kembali menatap Nadia dari atas ke bawah dengan pandangan remeh. "Jangan karena aku baik padamu, kau bisa menyuruhku sesukamu. Aku mau melakukan apapun itu bukan urusanmu, Nad," bisik Darren. Dia paling benci ada yang mencoba-coba ikut campur urusannya, sekalipun itu adalah wanita yang disayanginya. "Ada cara lain untuk membalas mereka, Kak," ucap Nadia. Darren masih mempertahankan raut datarnya. "Apa?" "Kita ... k-kita bisa memaafkan mereka dan membiarkan karma yang bekerja. Kar

