Pada dasarnya keadaan Leron memang tidak terlalu parah, jadi keesokan hari dia bersekolah seperti biasa. Namun kali ini dia dibantu dengan satu kruk. Dia berangkat bersama Leryn karena biasanya Leryn memang diantar sopir. Sebenarnya Leron tidak ingin diantar, tapi dia juga tidak bisa menyetir dengan keadaan seperti itu. Tak henti-hentinya Leryn mengejek Leron sedari dia sampai di rumah kemarin. Leryn terus mengatakan kalau Leron lemah, disenggol sedikit saja sudah jatuh. “Bisa nggak lo itu sehari aja jadi Adek yang baek?” “Nggak bisa kalau Kakaknya modelan lo.” Leron mengapit kepala Leryn di lengannya. “Untung Adek gue cantik.” “Bau jigong! Lepasin!” Leron tertawa puas. Akhirnya dia bisa membalas Leryn meski aslinya Leron tidak bau badan. “Kalau aja Mama sama Papa di rumah, nggak k

