KENZIE BERHARAP

478 Words

Kamu itu semu, hanya bisa ku bayangkan dan tidak akan bisa ku dapatkan. *** Baik Kenzie, Ema, Dwiko --ayah Erin, Lisa, Syiela dan Tiara hanya bisa berdoa menunggu dokter selesai menangani Erin. Kenzie dengan seragam yang penuh darah itu meremas jemari dengan takut. Takut akan apa yang terjadi pada Erin memburuk. Ini semua salahnya! Ya, jika Kenzie tidak memarahi Erin pasti semua tidak akan jadi seperti ini. Ema dan Dwiko yang duduk di sebelah Kenzie menghela napas panjang lalu keduanya menepuk bahu Kenzie, bermaksud menenangkan Kenzie yang kini terisak pelan. "Ken, sudah. Jangan begini, Erin bakalan baik-baik aja kok. Erin kan kuat." hibur bunda Erin. Dwiko mengangguk menyetujui ucapan istrinya itu. "Bener kata bunda, Ken. Kamu jangan begini, nanti kalau Erin sadar terus liat kon

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD