16

1384 Words

Hingga kemudian, suara ketukan kembali terdengar, menghentikan kegiatan p*nyatuan b*bir yang semakin membuat Chris tak terkendali. Scarlett memutuskan untuk melepaskan tautan b*bir mereka sejenak. Menghirup udara yang terasa menipis setelah aktivitas panas tadi. Setelah kesadarannya kembali, Chris memundurkan langkah, menjauhi Scarlett yang kini menatap heran ke arahnya. Namun Scarlett memilih tak peduli, ia segera menghampiri pintu dan membukanya. Disana, ia melihat seorang pelayan pria membawa sebuah troli berisi makanan dan minuman. Scarlett membuka jalan, membiarkan pelayan itu memasuki ruangan. Scarlett kemudian duduk di kursi dan memperhatikan pelayan yang tengah menyimpan makanan di atas meja. "Kami mempunyai rekomendasi minuman untuk pelanggan baru seperti anda, nona. Silahkan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD