“Besok Mas pulang jam berapa? Supaya aku bisa siap-siap.” Kalimat itu terus-menerus terngiang di telingaku. Akhirnya, kalimat itu keluar langsung dari mulutku sendiri. Baik aku maupun Athaya tidak melanggar kesepakatan. Apa yang akan kami lakukan nanti malam sesuai dengan kesepakatan dan izin dari kedua belah pihak. Aku pulang kerja lebih awal seperti biasanya. Kusiapkan makan malam spesial untuk Athaya malam ini. Selesai masak, aku masih punya waktu selama dua jam untuk bersiap-siap sebelum Athaya pulang. Di dalam kamar, aku bingung. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan. Aku duduk terpaku memandang pantulanku di cermin rias dari atas tempat tidur. Aku tak menyangka hari ini akan tiba. Dan aku dibuat lebih-lebih tak menyangka karena aku lah yang meminta Athaya untuk melakukannya dengan

