Bab 13. Sodara Tiri

1012 Words

Aryo menurunkan telapak tangan Airin, tatapan matanya nampak kosong, wajahnya datar dan dingin. Tidak ada sambutan penuh kerinduan selayaknya seorang anak yang sudah lama tidak bertemu dengan ibu kandungnya sendiri. Jangankan rindu, luka yang sudah ia kubur dalam-dalam seakan naik kepermukaan, rasa sakit yang telah ia lupakan kembali terasa menyayat relung hatinya yang paling dalam. "Mau ngapain Anda dateng ke sini, Nyonya Airin?" tanyanya, masih dengan ekspresi wajah yang sama. "Nyo-nyonya Airin?" tanya Airin dengan terbata-bata juga mata berkaca-kaca. "I-ini Ibumu, Aryo? Ibu kandungmu. Apa kamu udah lupa sama Mommy?" Aryo tersenyum sinis. "Ibu? Mommy? Hmm ... mohon maaf, wanita yang saya sebut Mommy, Ibu atau apalah itu, udah mati 20 tahun lalu." Airin memejamkan mata sejenak, bulira

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD