di ruang makan semua keluarga sudah berkumpul disana ada pak budi uto dan istrinya serta kedua putra dan putri nya. guntur sesekali melirik adek kesayangannya. yang asik menikmati roti bakal dengan selai stroberi. park sinye sangat menyukai stoberi hingga tak tanggung tanggung park sinye menanam stroberi di bogor lumayan cukup luas, park sinye merasa risih dengan kakaknya yang dari tadi terus menatap penuh keseriusan.
"hm bagaimana dengan perusahaan, park, sekian lama kamu mengelola perusahaan papa apa? ada kemajuan.
" ya alhamdulillah kak, saat ini berjalan dengan baik, bagaimana juga perusahaan kakak di Amerika, parksinye tanya balik..
"ya bisa, banyak perkembangan rencana mau buka cabang disini karena disana pajak sangat besar berkemungkinan saham akan dilelang oleh roger. roger adalah sekretaris guntur di Amerika saat ini perusahaan tengah dalam isu bangkrut karena tingginya upah dan biaya produksi sangat besar. kata guntur panjang lebar menjelaskan perusahaan nya.
" nak sebaiknya kamu lelang saja sahamnya, gimana pun juga Amerika Tengah dalam inflasi yang sangat tinggi, papa dengar udah banyak perusahaan di Amerika sudah tutup lapaknya.
"semua sudah diurus pa, saya akan minta parksinye untuk mencari lahan untuk membangun perusahaan disini.
" kakak kebetulan sekali ada yang lelang lahannya kalau ga salah minggu depan di hotel prodeo apa? kakak berminat untuk membeli, soal luasnya kira kira 2 hektare setengah. cukup untuk membangun perusahaan gimana? pendapat kakak?
"saya akan ikut lelang nya, tolong carikan saya seorang yang bisa andalkan saat ini untuk membantu pekerjaanku. guntur meminta parksinye mencarikan seorang sekretaris untuk nya.
" ada kak, nama nya ibu alen. dia sangat cekatan dan juga pintar dalam mengatur perusahaan nanti,
"baiklah, aku mau menemui seorang dulu, " pa, ma. izin aku menemui teman lama dulu mungkin besok balik lagi karena banyak urusan yang akan diselesaikan.
"baiklah nak, hati hati dijalan, guntur cuma mengangguk dan menuju bagasi mobil nya. guntur membawa Lamborghini warna merah kesukaan nya.
.....
dicerita yang lain marvin dan rangga merasa was was terhadap nam Jun hyung yang mulai memperhatikan gerak geriknya. rangga mulai gelisah meminta guntur untuk waspada siapa tau nam Jun hyung masih dendam padanya.
nam jun hyung meminta rangga dan marvin keruanganya. keduanya mulai gelisah siapa tau nanti mereka dipecat gara-gara dendam masa lalu. dengan rasa gugup dan canggung guntur dan rangga mengetuk pintu. dari dalam terdengar suaranya nam Jun hyung meminta masuk.
guntur membuka gagang pintu disana nam Jun hyung sudah menunggu. manager nam memperhatikan kedua bawahannya. "kalian tau kenapa? saya memanggil kalian kesini. keduanya kompak menggeleng kepala nya.
" ok baiklah sekarang kalian berdua, coba selidiki di bagian produksi seperti nya ada masalah disana, pastikan bahan baku aman setelah itu anda laporkan hasilnya pada saya. nam ju hyun memasang wajah datar.
"baik Pak nam, kami akan audit sekarang. kalau begitu kami permisi dulu. tak sahutan dari nam Jun hyung. manager nam memperhatikan kedua orang tadi seperti teringat saat bentrokan dimasa lalu. tapi ingatan buyar karena kejadian itu sangat mengerikan baginya.