Lampu-lampu kota pusat bersinar lebih terang dari biasanya malam itu. Dari balkon lantai tertinggi Menara Navigasi, pemandangan di bawah sana tampak seperti karnaval tanpa akhir. Namun, bagi Kinry, cahaya itu tidak terasa hangat; itu terasa seperti api yang sedang melahap sumbu terakhir dari kewarasan manusia. Kinry berdiri mematung, mencengkeram pagar balkon hingga buku jarinya memutih. Di sampingnya, Aries bersandar pada pilar beton, menatap kegelapan di ufuk timur. Wajah Aries yang biasanya tenang kini dipenuhi garis-garis kecemasan yang mendalam. Mutasi hitam di lehernya berdenyut pelan, seolah merespons ketidakteraturan yang sedang merayap di seluruh dunia. "Kau melihat laporan dari Sektor Hijau pagi ini?" tanya Kinry tanpa menoleh. Suaranya serak, menyimpan kelelahan yang tak terta

