Lampu gantung di ruang rapat utama Menara Navigasi berpijar lembut, namun atmosfer di dalamnya sedingin es. Di tengah meja bundar yang terbuat dari kayu jati hasil restorasi cepat, Kinry duduk dengan menyilangkan kaki. Matanya yang tajam, yang sudah melihat terlalu banyak skenario kiamat, menatap satu per satu wajah di hadapannya. Ada dua puluh orang di sana. Mereka bukan lagi sekadar *player* dengan level tinggi; mereka adalah representasi dari kekuatan administratif baru dunia. Ada "Sang Arsitek" yang mampu mengangkat gedung dengan pikiran, "Sang Ibu Hutan" yang mengelola agrikultur global, dan beberapa mantan petinggi faksi yang kini menikmati gelar baru sebagai pahlawan sipil. "Kita butuh protokol," suara Kinry memecah kesunyian, datar namun penuh penekanan. "Status *Open Source* ini

