56

609 Words

Kembali ke tempat Robert dan Marco. "Balas dendam saja kalau tidak Tuan Alvin dan aku yang turun tangan mungkin sampai sekarang masih wanita itu yang berkuasa," ejek Robert lagi dengan nada kesal ke arah Marco. "Kau masih mengungkitnya?" tanya Marco terdengar tidak suka, Marco mencebik dan berlalu pergi meninggalkan Robert yang masih menyunggingkan senyuman penuh cemoohan ke arahnya. "Tidak tuan tidak anak buah mereka berdua ternyata benar-benar menyebalkan," celoteh Marco sepanjang jalan menuju ke kamarnya. Tapi ia masih menyunggingkan senyuman terima kasih karena berkat bantuan Robert dan Alvin ia bisa mengambil alih semua harta warisan kakeknya dan berbuat sesuka hati. Marco sampai di kamarnya yang berada di lantai atas paling ujung yang letaknya hampir sejajar dengan kamar Alvin.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD