KYK 15

2341 Words

   Ghafi pov. Setibanya di apartemen kurebahkan diriku di sofa, tak bisa kulupakan kejadian hari ini semua masih terngiang jelas betapa bahagianya diriku karena Adeeva dan keluarganya mau menerimaku dengan baik. Apalagi saat tadi makan malam aku merasakan Adeeva begitu perhatian padaku saat dia mengambilkanku makan dengan telatennya. Ternyata dia masih ingat masakan kesukaaanku dan aku pun bisa merasakan kembali masakannya. Kurasakan jantungku benar-bear berdebar karena perhatiannya walaupun hanya sederhana. “ Woi senyam senyum terus, aku lihat dari tadi di jalan sampai sekarang tuh senyum ngga ilang-ilang deh, cie yang diterima lagi.” Ledek Fahri yang tiba tiba datang menubrukku. “ Dasar kamu emang ngga bisa ya liat temen bahagia, gangguin aja.” Jawabku degan kesal. “ Tapi Ghaf aku ik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD