Zalfa keluar dari kamar mandi dalam keadaan lemas, sebab ulah suaminya yang tak cukup bermain sekali. Ia meraih hair dryer, mengeringkan rambut basahnya, Edgar juga keluar dari kamar mandi, ia meraih hair dryer yang di pegang sang istri, lalu membantu mengeringkan rambut basah sang istri. Edgar tersenyum menatap istrinya melalui pantulan cermin. Sedangkan Zalfa hanya cemberut, kesal dengan ulah nakal suaminya. Selepas shalat maghrib sesuai janji Edgar, mengajak si kembar ke pusat perbelanjaan. Ia membeli keperluan bulanan di rumah juga putra kembarnya. Selain itu juga ingin sekali-kali mengajarkan si kembar berbelanja. Si kembar yang memang jarang keluar mereka sangat bahagia, memilah dan memilih kebutuhan bulanan, juga beberapa bahan makanan. "Pa, boleh beli mainan nggak?" tanya Reng

