Edgar duduk di balkon depan kamarnya, Edgar bukanlah perokok, namun di saat pikirannya kacau seperti saat ini, ia suka menghabiskan waktu dengan menghisap rokok. Menghisap dalam-dalam, lalu mengeluarkan asap lewat hidung dan mulutnya. Terdengar dering ponsel Edgar dari dalam kamarnya, ia segera menaruh putung rokok di asbak, lalu ia masuk ke kamarnya, meraih benda pipih yang ada di atas bantalnya, menatap nomor baru yang masuk ke nomor ponselnya, ragu-ragu ia mengangkat, iapun menggeser tombol hijau, dan meletakan di telinga kirinya. "Halo, ini Edgar?" tanya seorang perempuan dengan suara lembutnya, "ya," jawab Edgar, singkat. Jujur ia malas meladeni wanita yang berusaha mendekatinya, sebab hatinya sudah di kuasai satu nama, yaitu Zalfa. "Gue Alena, putri dari teman Papa loe," Ucapny

