Pergi untuk kembali

1004 Words

Edgar sudah emosi, ia hampir ingin mengejar David, namun di cegah istrinya, membuat Edgar menatap tajam ke istrinya. "Dia murid aku, Mas," ucap Zalfa, Edgar tak habis pikir, bagaimana istrinya jika muridnya ada yang modelan David, tak sopan begitu. "Aku tak tahu pasti, hanya saja semua guru di sekolah tak ada yang boleh mengusiknya," lanjut Zalfa. "Sayang, kalo seperti itu, apa kamu betah di sana?" Edgar mulai khawatir dengan istrinya, tentu saja Zalfa sebenarnya tak betah, tapi apa boleh buat, lagi-lagi ia harus mengikuti peraturan pemerintah. Zalfa mengangguk, "Betah mas, teman-temanku baik semua," jawab Zalfa. Temannya memang baik, tapi satu muridnya yang seenaknya saja yabg membuat dirinya rasanya ingin menyerah. Sejak kejadian ia pernah di kungkung di toilet kamar mandi, ia s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD