44. Gudang Bawah Tanah. “Uhuk ...,” Kayla batuk, tersadar dari pingsannya. Suasana gelap tak ada penerangan. Udara pun pengap dan kotor. “Di mana, ini,” lirih Kayla berusaha untuk duduk, di lantai yang berdebu. “Kamu sudah sadar Kayla?” tanya Pak Roni yang duduk bersandar pada dinding. “Kita, di mana Pak Roni?” Kayla balik bertanya. “Ini di ruang bawah tanah, kita akan mati kelaparan di sini,” ucap Pak Roni datar, pasrah dan putus asa. Gudang bawah tanah ini tidak akan di jamah oleh siapa pun. “Pasti, ada jalan, ayo kita cari jalan,” ucap Kayla memegangi kepalanya yang pusing. Tidak ingin menyerah sebelum berusaha untuk keluar. Pak Roni, menggunakan kesempatan ini untuk meminta maaf pada Kayla. “Maafkan aku, Kayla! Dulu aku sudah membunuh Mamamu dan kini aku membahayakan nya

