55

1910 Words

55 . Tak Terduga. Arsen berdiri di depan cermin, tak membiarkan satu bulu pun, tumbuh panjang di dagunya. Celana hitam panjang melekat sangat pas di kakinya yang jenjang buatan desainer ternama, kemeja dengan warna putih ia kenakan dan ia balut dengan jas warna gelap, siap untuk kerja hari ini. Pria itu masih mematut di depan cermin, menyisir rambutnya ke belakang dan tidak lupa menyemprotkan parfum dan kembali melempar senyum kepada dirinya sendiri. “Sangat tampan,” gumamnya pelan mengakhiri ritualnya di depan cermin. Sambil keluar kamar, Arsen memasang dasi, dia berjalan menuruni anak tangga dengan cepat karena sudah tidak sabar bertemu dengan Kayla. Tak lupa ia menyambar kotak makanan berisi Sandwich yang dimasak oleh koki di rumahnya untuk di makan bersama Kayla. Arsen Damaresh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD