50. Tak Semudah itu Pergi Dariku! Sudah tiga hari, Kayla bekerja di tempat barunya, sebuah Kafe yang sedang Hits dan selalu ramai, karena masih baru Kayla ada di bagian yang paling mudah, membuat minum dan kadang hanya mengantar saja. Selama tujuh hari pula, setiap harinya Arsen selalu menyempatkan memesan minum di tempat Kayla bekerja, seperti sore ini setelah selesai berhadapan dengan pekerjaannya dan beberapa dokumen yang menumpuk di mejanya. “Tolong bereskan dokumen ini!” perintah Arsen pada Suci. “Iya, Tuan,” jawabnya dan sekilas melihat wajah Arsen Damaresh, kagum karena ketampanan wajahnya. “Anda pulang sekarang?” tanya Suci. Arsen mengangguk dan berlalu begitu saja. Tak sedikit pun tertarik meladeni Suci yang selalu berusaha untuk lebih dekat dengannya. Arsen segera

