Chapter 29 - RENOVASI

1026 Words

“Engkau kopi puncak malamku, kekasih, pahit dan kelam tanpa kusedu.” Sujiwo Tejo ••••• Seharian dihabiskan Diana dengan bermain bersama Aaron. Sedetikpun dia tidak ingin jauh jauh dari Aaron. Rasanya masih begitu merindukan bayi itu. Meskipun dia tidak bisa menggendongnya, tapi dia tetap semangat. Bahkan saat Aaron tertidur, dia masih setia disampingnya. Darren sampai geleng-geleng kepala melihat antusiasnya Diana. Dari dulu dia tahu, Diana tidak mungkin tega membenci Aaron. "Aaron kan udah tidur, mommy nggak tidur juga?" tanya Darren. Diana masih berdiri di samping box bayi Aaron untuk memandangi wajah polos Aaron. Dia melihat ke arah jam dinding. Jam menunjukkan pukul sepuluh malam, saatnya dia merebahkan diri, bergulung manja di dalam selimut. Diana bersiap menganyunkan kaki m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD