Selama sesaat yang singkat, Luke hanya terdiam saja. Tatapan matanya terlihat kosong. “Ia tidak akan kembali lagi kepadaku!, ia sangat membenciku, kenapa aku tidak meninggal dalam kecelakaan kemarin!” teriak Luke. “Itu karena Tuhan masih sayang kepadamu Luke!, Tuhan menghendaki engkau untuk menyesali apa yang sudah kau lakukan dan memperbaikinya dan bukanya malah berputus asa. Itu bukanlah Luke yang kukenal, karena sahabatku yang kukenal ia sangat gigih dan tidak mudah menyerah apalagi berputus asa menerima penolakan dari beberapa orang yang ditawarkan kerjasama darinya,” kata Billy dengan suara tegas. Ia harus memompa semangat sahabatnya yang sedang jatuh ke titik terendah. Mereka telah melalui berbagai hal bersama, dari susah dan senang. Ia tidak bisa membiarkan Luke menjadi terpuruk s

