Tiga hari telah berlalu. Selama tiga hari itu Karin, Lizy dan Denis menghabiskan waktu mereka untuk berlatih dengan sangat keras sampai-sampai tubuh mereka seperti tidak bisa merasakan tulang lagi. Jangan tanya bagaimana rasanya, itu sulit digambarkan. Mungkin karena tubuh mereka benar-benar terasa sangat sakit tapi terus dipaksakan untuk berlatih sampai kebas rasanya, mangkanya mereka menggambarkan tubuh mereka seperti itu. Tapi ya, walau pun tubuh mereka yang jadi korbannya, setidaknya mereka mendapat hasil yang cukup memuaskan dari latihan keras itu. Karin sudah cukup terbiasa menggunakan pisau lemparnya walau tidak sehebat Kakek Mou. Lizy sudah bisa menembak panahnya dengan ritme yang cukup cepat walau masih belum secepat target yang harus dicapainya. Denis juga menjadi sangat mahir d

