DOSA TERINDAH "Aku ingin memilikimu malam ini dan selamanya, aku tak akan memaksa, biarkan semua berjalan seperti air yang mengalir! Aku ingin kau sadar satu hal Gendhis bahwa aku datang membawa cinta bukan nafsu untuk memiliki dirimu," bisik Rio di telinganya Gendhis. Tubuh Gendhis menggelinjang. Bulu kuduknya berdiri mendapat perlakuan seperti itu. "Apakah aku berdosa jika melakukan ini dengan suami orang Mas?" tanya Gendhis. ""Ya, tentu saja berdosa! Tapi bukankah sebagai manusia kita sama- sama pendosa? Hanya saja cara kita yang berbeda," ujar Rio. Mereka saling bertatapan beberapa saat. Gendhis melihat sorot mata lelaki sholeh dan pendiam itu nampak teduh. Rasanya mata ini seperti berbicara bahwa dia akan aman jika bersamanya. Gendhis merasakan ada sesuatu yang dingin menyentuh

