PESAN ABAH! -BALIK KE POV SIFA YA❤️- "BEKAS TANDA MERAH PEMBERIAN SIAPA DIBAHUMU MAS?" Masih teringat jelas perkataanku pada Mas Rio pagi tadi, namun Mas Rio berusaha menyembunyikan dalam diamnya. Entah sampai kapan dia membohongiku lagi dan lagi. Aku seperti tak mengenalnya lagi. Hanya menangis di kamar sepuasnya yang aku lakukan, untung Farhat sedang bersama Umi dan Abah ke pesantren mengunjungi adik bungsunku. ‘Tok...tok’ terdengar suara pintu kamar di ketuk, “Nduk, ini Umi! Makanlah Umi masak rica -rica menthok sampung enak,” suara lembut Umi terdengar, mau tak mau aku keluar membuka pintu. “Kamu menangis Nduk?” tanya Umi memandangi wajahku dengan tatapannya lumayan khawatir. Mataku takkan pernah bisa berbohong. Menangis sedikit saja akan membuatnya sebab dan berwarna merah. Or

