INJURY TIME

1305 Words

Ryu menatap Rei dalam dalam. “Ah, tapi kamu jangan marah,” Rei mengatupkan bibirnya. “Ucapanmu malah membuatku ingin marah. Apa yang lelaki itu lakukan?” Ryu mendekap tubuh Rei dengan erat. “Ih apa sih ini. Aku tidak bisa bernafas Ryuga,” Rei mencubit kulit leher Ryu dengan susah payah. “Aku sepertinya akan mendapatkan kabar kurang baik, ini membuatku gemas sendiri sama kamu,” Ryu tergelak. “Dan, cubitanmu sakit juga.” Ia lalu berguling ke samping Rei. “Bicara apa?” tanyanya. Rei bergeser. Secara perlahan ia naik ke atas tubuh Ryuga dan duduk tepat di perutnya. “Ah.. Pemandangan indah di atas tubuhku ini,” Ryu tersenyum. Kedua tangannya mengelus elus pinggang dan pinggul kekasihnya. “Pertama, aku mau tanya, Yuma kemana?” tanya Rei. “Dia pergi belanja keperluan besok. Setidaknya s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD