SEPASANG MATA

1124 Words

Rei yang memerhatikan gerak bibir Ryu langsung tersenyum. “Kamu… Ini di tempat umum,” Rei berbisik. “Tidak ada siapapun di sini,” Ryu ikut berbisik dan aku juga bicara tanpa suara. Rei menunduk sambil menahan senyumnya, “Pak koki ada di sudut sana Ryuga.” “Apa kamu tidak lihat kalau dia sedang memasak?” jawab Ryu. “Lagipula, aku berdiam diri di sini untuk sarapan. Rei tersenyum, “Iya, iya. Tapi tolong, jaga jarak.” “Baiklah,” Ryu sedikit menggeser posisi duduknya. Ryu menggumam. “Ada kamu di hadapanku dan rasanya ingin memelukmu.” Rei menggigit bibirnya, “Hati hati Ryu. “Ucapanmu tadi membuatku jantungan.” Ryu lagi lagi tertawa, “Reflek. Aku menatapmu, dan semua itu terucap. Makin lama, aku mungkin tidak tahan lagi dan akhirnya membocorkan hubungan kita.” “Jangan Ryu.. Please, t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD