Ryu menggerakkan jari jemarinya di pipi Rei. “Jangan menangis Kirei..” gumam Ryu secara perlahan. “Aku terharu,” Rei menjawabnya. Ia berjinjit dan mengecup pipi Ryu. “Kamu lelaki terbaik di dunia ini,” Rei menangkupkan kedua tangannya di pipi Ryuga. “Aku akan menyerahkan diriku untukmu. Ryuga Guinendra akan menjadi yang pertama.” Ryu menatap Rei dengan lembut. “Aku akan menantikan hari itu,” Ryu memeluk Rei dengan erat. “Kamu dan aku akan bersatu.” Rei tersenyum sambil bersandar nyaman di dadanya. “Jangan tidur Kirei,” Ryu membelai punggungnya sambil mendekap kekasihnya. “Dadamu ini nyaman sekali untuk tidur,” Rei membiarkan dirinya masuk dalam dekapan kekasihnya. “Apa kamu mau tidur?” Ryu berbisik pelan. “Aku sedikit mengantuk, tapi masih ingin mengobrol,” Rei mendongak m

