Ryu dan Chiko memapah pria itu, sedangkan Rei dan Mina mengikuti di belakangnya. "Semoga dia mau bersaksi," Mina berbisik. "Aku juga berharap begitu," jawab Rei. "Jangan sampai saat kita diselamatkan, si pelaku belum ketemu. Ketika di Jakarta, akan sulit bagi kita untuk menangkap si pelaku. Dia bisa kabur atau bahkan mengaburkan barang bukti," Rei menyampaikan pemikirannya. "Kamu benar," Mina bicara perlahan. "Saat kita mendarat, di Jakarta, sama seperti kita semua menjalani kehidupan masing masih seperti biasa. Kita harus menemukan si pelaku saat ini, di sini." "Semoga saja... Si arkeolog itu satu satunya harapan," ucap Rei. "Kita tidak cukup pintar untuk menjadi detektif dan bisa mengumpulkan bukti yang diperlukan." "Aku setuju. Satu satunya yang bisa kita andalkan adalah

