Ryu tersenyum lebar. Ia menatap Rei dengan perasaan bahagia. "Akhirnya kita kembali ke ibukota," Ryu berbisik. "Iya," Rei lagi lagi tersenyum. Ia tidak bisa menutupi rasa bahagianya. "Setelah dari sini, kamu istirahat dan nanti kita bicara lagi," Ryu berbicara sepelan mungkin. Ia tidak ingin ada yang mendengarnya. Keduanya berjalan di area buffet untuk mengambil menu makanan yang berderet menggoda selera. Rei berjalan di depan dan Ryu di belakangnya. "Kamu bisa datang ke sini tanpa kehebohan?" tanya Rei menahan senyumnya. "Ibu Gita sepertinya meminta orang orang yang hadir agar tidak menggangguku. Aku tadi dijemput pihak ENT TV dan kemudian turun di halaman belakang, dan langsung ke sini," jelasnya panjang lebar. "Pulangnya pun sama. Jadi tidak ada kehebohan yang berarti," ucap

