TERJEBAK

1109 Words

Ryu hanya bisa diam. Ia tidak bisa menjanjikan apapun. "Sesuai kata kataku, aku akan mempertimbangkan permintaanmu," ucapnya. Tami menarik nafas panjang. Ia bangkit dari rerumputan dan membersihkan rok yang dikenakannya. "Aku tidak akan berbuat apapun sampai penentuan pemenang," ucap Tami sambil mengatupkan bibirnya. Ryu mengabaikan ucapannya, "Aku harus kembali ke kolam, Yuma menungguku." Tami pun mengangguk. Ryu membalikkan tubuhnya dan melangkah menuju air terjun. Sambil berjalan, diam diam ia mematikan rekaman suara yang dari tadi menyala. Aku berhasil mendapatkan pernyataannya. Dia tidak akan bisa memaksaku untuk memilihnya lagi. Tapi, terlepas dari persoalan Tami, aku juga belum tahu harus memilih siapa. Hhh.. Ini lebih sulit daripada memilih tawaran klub sepa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD