Ranjang kenikmatan 21+

1027 Words
Nisa mulai membuka perlahan lahan matanya ada sedikit sakit yang ia rasa pada kepalanya kemudian hidungnya mulai terganggu oleh aroma rokok yang membuatnya ingin sekali mutah, dia terbatuk batuk dan mengamati asap yang muncul dari arah bawah mendapati seorang pria dengan bertelanjang d**a namun masih mengenakan boxer nya itu mengamatinya, kemudian dengan susah payah nisa menyadarkan kesadarannya penuh, dirinya begitu terkejut Dengan rasa tak nyaman dari pegelanan tangannya yan terikat ke atas di tiang ranjang, tubuhnya pun sudah bisa di katakan telah telanjang. " arrrkhhhhh...lepaskan aku..siapa kamu ?, tolong lepaskan" perkataan nisa langsung pada pria yang sedang menyesap rokok yang di nikmatinya, nisa pun tampak mencoba melepaskan ikatan tali yang membelengu tangannya, namun sia-sia usahanya, semakin ia berusaha melepaskan ikatan maka ikatan tersebut justru semskin kuat, dan dari bawah sana nico yang tampak mengamati tertawa dengan nada yang sangat menakutkan. "Ck ...kau sudah bangun rupanya nona manis, semanis namamu an-ni-sa"  tatapan penuh nafsu yang ditunjuk kan oleh nico pada nisa sukses membuat nyali nisa menciut, nisa terus berusaha melepaskan tangan nya dari ikatan namun pria yang ada tepat dihadapannya berdiri dan berjalan menuju ranjang yang nisa tiduri "b******n LEPASKAN AKU PRIA SIALAN !!!" nisa bertetiak kala tangan besar nan kekar milik nico memgelus perut rata milik nisa yang sudah terekspose sedari tadi, nisa pun mengeliat bak cacing di ranjang, sukar menerima sentuhan tangan itu, kaki nisa yang tidak tetikat ia gunakan untuk nenendang Pria itu namun sia-sia usahanya Karena kini pria penculiknya sudah menduduki paha nisa dengan membawa pita hitam yang kemudian di ikitkan pada mata milik nisa dengan segera. Nico memiliki alasan kenapa ia menutup mata nisa Karena nico sebenarnya begitu lemah akan tatapan sayu penuh kesedihan dan air mata dari wanita. Dengan begitu nico bisa berbuat kejam tanpa melihat kesakitan dari mata yang menatapnya. "Let's play sweety" ucap nico tepat di telinga nisa dengan nada yang cukup sensual yang seketika itu membuat bulu kuduk nisa meremang. "Apa salah Ku tuan ?, tolong lepaskan aku...hiks...hiks" tangis nisa yang begitu menyayat hati namun nico tampak tak perduli justru menjepit rahang nisa dengan tangannya yang kuat "kau harus membayar semua kerugian yang ayah mu lakukan terhadap perusahanku" ucap nico dengan penuh amarah, kemudian dengan cepat tangannya meraih pisau lipat mengarahkan pada bibir nisa yang berwarna pink mengoda sedagkan nisa hanya bisa mengeleng gelengkan kepalanya "DIAMLAH !!!..jika kau terus bergerak maka pisau ini akan menyayat mulut mu" gertak nico segera dan nisa mulai terisak pilu, Kain yang menutup matanya kini sudah terlihat basah karena air Mata. Nico terus bermain menggunakan pisaunya mencumbu leher nisa dengan kasar dan turun menuju p******a nisa yang masih tertutup bra namun dengan cepat nico menyayat bra itu dan melepaskan nya kemudian membuangnya asal, nico meremasnya kasar hingga  kemerahan, memilin milinya, mengulum nya dengan penuh ke mulutnya, menggigit dan menariknya penuh nafsu "Akahhhh..ahh..." Pada ahirnya desahan dari mulut kecil nisa pun lolos sehinagga nico yang memdengarnya mulai di penuhi oleh garirah yang luar biasa tak tertahankan. Kini nico mulai merosot turun setelah puas merasai buah d**a nisa yang besarnya tak seberapa, nisa mulai melakukan perlawanan untuk menendang pria yang kepalanya mualai menyibak pahanya.  DAKKKKK...... tendangan itu ahirnya melesak pada bagian wajah pria itu "BAGSAT !!!....BERANINYA KAU" dengan segera nico naik dan melayangkan tamparan PLAKKKK ....tepat pada pipi mulus nisa Dan sekarang mengeluarkan darah dari sudut bibirnya "jangan lakukan itu tuan ..aku mohon ...tauan kau pasti akan menyesal hiks...hiks...hisks...ayah ku pasti akan membunuh mu" dengan susah payah nisa mengucapkan itu dan tubuhnya tak bethenti bergetar namun nico kemudian membisikkan kata di telinga nisa "gadis bodoh ...sebelum dia membunuhku, aku akan membunuhnya lebih dulu ingat nama Ku nona manis AKU NICOLAS" tegas nico dengan senyuman yang mematikan, nisa terus menangis dengan pilu dalam benaknya mulai berharap ada yang dapat menyelamatkannya dari pria yang menculiknya, kenapa nisa harus berahir di sini, di tempat yang tak pernah dia inginkan, dengan cepat sekali nico dapat meloloskan celana dalam nisa, mata nico memmbulat sempurna memdaoati keindahan v****a milik gadis yang usianya masih 17 tahun itu yang berada pada ranjang kenikmatan miliknya. Nico mulai merasai dan mencium aroma yang membuat candu bagi setiap pria memainkan lidah pada k******s nisa dengan cukup kasar, nisa yang mendapatkan perlakuan tersebut hanya dapat menahan rasa geli nikmat yang di timbulkan oleh permainan lidah milik pria yang bernama Nicolas itu, nisa terus menggigit bibir bawahnya menahan desahan yang akan kembali lolos dari mulutnya lagi, "hiks..hiks..hiaks....ahhhhh arkhhhhh"  tapi sekuat apapun nisa berusaha menahan desahan dari mulutnya nyatanya dia tak bisa hingga untuk pertama kalinya ia merasakan yang namanya pelepasan, tubuh nisa bergetar hebat dan menekuk tubuhnya hingga ke atas, nico tak juga henti dengan segera nico menelan habis cairan kenikmatan itu dengan penuh nafsu, sedangkan nisa merasa sangat jijik atas apa yang barusan terjadi, nisa terus menangis histeris suaranya pun sangat lah pilu, nico meludahi batang junior miliknya dan milik nisa, untuk melumasinya agar b***************n milik nico bisa menerobos masuk l**************n milk gadis sweet seventeen itu. "Arhhhhhhhhhha...sa ....kit....ahhh." Teriak nisa penuh kesakitan setelah nico beberapa kali gagal menerobos selaput dara milik nisa yang liang kenikmatannya sungguh benar-benar sangat sempit dan pada ahirnya dapat menembunsnya hingga melesak kan b***************n milik nico hinga dalam, segera nico mulai mengoyangkan tubuhnya masuk keluar dan dengan kasar terus memompa nya, darah Segar keperwanan milik nisa pun muali meluber jatuh pada seperi yang berwarna putih itu , dan tanpa belas kasihan sama sekali nico terus menyetubuhi nisa tampa jeda hingga, darah itu mengalir Dan membasahi seprei cukup banyak dan darah itupun mengotori paha milik nico dan selakangan nisa. Nico mengerang penuh kenikmatan merasakan bahwa dirinya akan sampai dan "ohhyahhhh...ahhhh..setttt" nico makin kasar dengan ritme mengocok kejatanannya dengan cepet dan rasa hangat itu muncul di perut nisa, nico memyemburkan seperma benihnya ke dalam rahim nisa sangat banyak ketika nico mencabut miliknya seperma itu ikut meleuber jatuh pada seprei Dan bercampur dengan darah keperawanan nisa. "Nona manis kau benar-benar sangat nikmat" ucap nico pada telinga nisa dan membuka pengikat mata pada nisa, kemudian meninggalkanya pergi tanpa menutup tubuh nisa yang telanjang tanpa sehelai benag pun dan masih membiarkan tangannya terikat ke atas, nisa terus terisak dengan sangat pilu meratapi nasib yang benar-benar membuatnya hancur luar dan dalam,  dirinya di perkosa ole pria yang menculiknya dengan Cara yang sangat keji.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD