“Iya, aku tahu dari Dennis,” jawab Tamara singkat. Dia lalu memalingkan perhatiannya pada bunga edelweiss yang tengah mekar di atas bukit yang ada di sampingnya. “Kalau tidak salah itu yang namanya bunga edelweiss, bukan?” tanyanya. “Benar,” ucap Kalula. Sama seperti Tamara, dia pun merasa terkesima saat melihat keindahan bunga yang dijuluki sebagai bunga abadi tersebut. “Katanya bunga itu langka, cuma bisa tumbuh di dataran tinggi seperti ini dan tidak boleh dipetik.” “Tapi kalau cuma lihat dari dekat tanpa memetik harusnya boleh, kan?” “Kamu mau coba lihat?” Tamara mengangguk, “Mau, soalnya aku belum pernah lihat bunga edelweiss secara langsung.” Dia lalu mengajak Kalula mendekati bunga tersebut. Tamara dan Kalula harus memanjat untuk bisa mencapai ke atas. Mereka memijak bebatuan

