Tujuh tahun kemudian Keluarlah seorang lelaki dari mobil mewahnya yang sudah terparkir di depan kafe di mana dia membuat janji dengan sahabatnya, dialah Akbar. Dia berjalan membuka kafe dengan mengedarkan pandangannya mencari Ciko sahabatnya. " Batang." Panggil Ciko sambil melambaikan dibawa, dan Akbar pun langsung mendekat. Dia langsung memeluk sahabat yang berbulan-bulan tak ia temui. "Tuh muka seger banget sih, aku tahu yang baru nikah." Ledek Akbar membuat Ciko terlihat malu-malu. "Mana isterimu." "Dia lagi ke kamar mandi." Jawab Ciko. "Gimana kabar lho bar." Tanya Ciko. “Alhamdulillah gue baik, maaf ya Cik gue ngga bisa datang ke kawinan lho. Abisnya dadakan sih ngasih tahunya. Orang gue lagi ada di luar negeri lho dadakan nikah. ” "Siapa pun yang dadakan bar, mau nikah tuh mik

