Sesampainya dirumah Dania langsung menuju kamarnya tanpa memandang dan menghiraukan papanya. Akbar henya kembali menghela nafas, dia tadi ingin memberikan mainan yang ia beli Dania namun selama perjalanan pulang Dania sama sekali tak menghiraukannya. Bahkan saat Akbar bicara pun selalu diacyhkan oleh Dania. Ketika masuk ke dalam rumah Gista yang sudah sampai rumah dulu heran melihat putrinya yang langsung berlari ke kamar, namun ia langsung mengerti saat Akbar menampakkan dirinya. Pasti Dania sedang menghindari papanya, karena dia masih marah pada papanya. “ Dia masih marah dengan kejadian malam itu,, ditambah lagi kejadian dimana kamu ngga jadi jemput dia dan langsung pergi begitu aja tanpa pamitan dulu padanya.” Terang Gista yang memberi alasan akan perubahan putrinya. “ Iya aku tahu

