Bendera kuning menghiasi rumah dua lantai yang memiliki paduan warna hitam dan putih. Puluhan kursi disusun rapi di pelataran rumah hingga menghabiskan setengah jalan komplek di sekitar rumah itu. Terlihat para tetangga dan kerabat dekat mulai berdatangan untuk membantu dan juga menyiapkan kebutuhan pengajian dan pemakaman atas jenazah yang sedang dibawa dalam perjalanan. Sebuah taksi berhenti tepat di depan rumah Dewa. Cinta melangkah keluar dari taksi dan dengan perlahan ia menatap rumah lantai dua tersebut dengan tatapan tak percayanya. Ia melihat Tama dan Rendra berdiri di depan pagar rumah. Rupanya berita itu memang benar adanya. Karena selain bendera kuning “Yang meninggal siapa?” tanya Vino yang baru saja menyusul keluar dari taksi yang sama dengan Cinta. “Lo dateng tanpa tahu

