Dua puluh menit berlalu, baik Dewa maupun Bastian sama-sama tidak ada yang membuka mulut mereka. Masing-masing sibuk dengan pikirannya sendiri. Mereka berdua sama-sama berada di ruang keluarga. Bagaimana pun mereka harus mengerjakan tugas kelompok yang harus mereka kumpulkan pekan depan. “Harus banget lo ajak dia ke sini?” tanya Bastian yang akhirnya buka suara. “Lo pikir gue mau duduk berdua sama lo di sini?” balas Dewa tak mau kalah. Cinta, gadis yang mulai dibawa-bawa akhirnya menggebrak meja. Ia sudah tidak tahan lagi dengan kesunyian dan kehampaan suasana pagi itu. Ia yang bisu saja ingin sekali bersuara, dua lelaki di dekatnya justru terlalu gengsi untuk membuka suara. ‘Apa kalian mau seperti ini terus?’ Cinta menampakkan ekspresi serius dengan tatapan matanya yang tajam menat

