Tama dan Rendra melangkah keluar dari kelas secara bersamaan. Mereka langsung berbelok ke arah koridor kiri untuk mendatangi kelas Dewa. Mereka sepakat untuk kembali berkumpul bertiga di atap sekolah. Karena kesibukan Dewa yang akhir-akhir ini selalu bersama dengan Cinta, maka terkadang Dewa tak lagi memiliki banyak waktu kumpul dengan 2 sahabatnya. “Hai!” sapa Rendra pada salah satu gadis yang baru saja keluar dari kelas Dewa. Tama sontak tertawa sedangkan Rendra merengut sebal karena gadis tadi tidak membalas sapaannya melainkan tersenyum malu-malu dengan menatap Tama. “Udah gue bilang, jangan embat calon gebetan gue!” “Bukan salah gue kalau ganteng dari lahir,” balas Tama sambil mengusap ujung pundaknya. “Najis, jijik banget gue.” Tama tersenyum geli dan berlalu masuk ke kelas De

