mereka putus asa

1178 Words

Setelah berbicara padaku akhirnya Mas haris memutuskan untuk tidak bermalam di sini. Ia pulang dengan wajah yang putus asa setelah menerima penolakanku untuk kembali ke rumahnya. "Apakah hatimu sudah begitu dingin Laila?" "Bukan dingin tapi membeku, bayangkan aku harus merelakan suamiku dan menyaksikan secara langsung bagaimanakah Dian bermesraan dan membagi senyuman. Kau pikir menorehkan luka tidak akan menimbulkan bekas selama-lamanya?" "Apa yang harus aku lakukan untuk menebus itu?" "Tidak ada Yang ada hanyalah perbaikilah keadaan agar tidak semakin rumit dan keluarga kita hancur." "Mengapa kamu harus memberitahu ibu tentang pernikahan Ayah di saat-saat yang tidak tepat semacam ini?" "Aku tidak memberitahunya, tapi mainan yang kebetulan memutar video tersebut dan ibu menyaksikanny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD