"Ada apa ini ribut-ribut?" tanya mertua laki-laki. "Ini Yah, dia mau memaksa masuk kerja," jawab lelaki yang selalu bersembunyi di balik ketiak orang tuanya itu. "Aku hanya ingin bekarja, Ayah, aku ingin punya penghasilan," jawabku pelan. "Kalo suami tidak mengizinkan, sebaiknya tidak usah," ujar Bapak mertua pelan. "Aku harus mengalihkan pikiran dan menghasilkan uang sendiri ayah, lagipula di rumah ini bukan aku sendiri yang mengurusnya," balasku dengan air mata sakit hati. Aku tahu saat ini di dapur sana, gadis sok lugu itu sedang tertawa jahat merayakan prahara yang sedang terjadi. Aku tahu dia puas dan hasratnya ingin mengusirku akan segera terealisasi. "Kalo suami dan orang tua keberatan lantas apa yang akan kamu lakukan?" tanya ibu mertua sambil mendelik padaku. "Aku teta

