Semakin hari tingkah Ibu semakin keterlaluan, dia sengaja mengobarkan kebencian kepada maduku dan membuat Adelia terus-menerus datang dan memprotes bahwa Mas Haris lebih banyak bersamaku. Mas Haris sampai kewalahan tidak tahu harus berbuat apa pada sikap dan tindakan Ibu mertua. Karena di sisi lain Adelia juga mulai menangis dan menunjukkan protesnya. "Apa yang harus aku lakukan Laila? Kalau ingin memilih jujur aku tidak bisa memilih antara kalian karena bagiku kalian memiliki porsi dan derajat yang sama di dalam hati,' keluh suamiku malam ini. Dia memang menginap bersamaku. "Meski begitu kecemburuan tetap ada Mas, aku pun juga merasa cemburu ketika kau berkata dengan dia, lama-kelamaan hatiku menjadi terbiasa dan sekarang aku sudah tidak perduli." "Apa kau kehilangan cinta?" "Tidak,

