"Apa?" Dia terkejut bukan kepalang "Iya, aku sudah lelah berjuang jadi orang yang selalu melayani keluargamu, mulai hari ini aku ingin lepas dan membuka lembaran baru hidupku. Jangan menemui aku lagi," ungkapku sambil menahan air mata. Di depan semua orang, para pengunjung pantai. "Teganya kamu mengatakan itu, harusnya kita duduk bicara sebagai keluarga." "Bagian mana yang kau sebut keluarga, selama ini ita hanya berpura-pura jadi keluarga, dan sebenarnya kita sudah saling menyakiti sejak lama. Aku lelah jadi wanita yang selalu dirugikan namun juga diandalkan dari segi tenaga, dan aku bukan sapi perah!" jawabku membalikkan badan. Kukemasi tikar piknik dan makanan lalu mengajak anak anak pulang tanpa memperdulikannya. "Kok, cepat banget pulang," tanya Naila. "Kita ada masalah," jawa

