Sudah sebulan berlalu sejak kejadian Adelia tercebur ke dalam drainase. Aku lega karena tak seorang anggota keluarganya datang mencariku untuk melakukan kekacauan di sini, aku lega sekali. Praktis, hidupku berjaan normal sesudah itu. Suatu pagi di bulan Agustus, ketika aku tengah sibuk menyusun barang dan menyambut pembeli, aku disentak oleh suara lembut seorang wanita di belakangku. "Laila ...." Kubalikkan badan dan Ibu medtua berdiri di sana sambil tersenyum padaku, entah apa makna senyumnya itu, yang pasti aku mulai punya prasangka tak baik padanya. "Kenapa hanya menatapku, apakah kau tak akan menawarkan keramaha untuk mampir di lapakmu?" "Oh, maaf, silakan, Nyonya," jawabk canggung. Aku enggan menyebutnya Ibu, karena dia memang bukan ibuku! "Kenapa kau kaku sekali sekarang Laila
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


