Acha mau pun Markus benar-benar memperhatikan detail pembicaraan antar dua perusahaan itu. Mereka juga tidak mau kecolongan info atau celah yang bisa dimanfaatkan oleh Bintang dan Auriga sebagai calon rekan kerjasama perusahaan mereka. Tapi berlawanan dengan Robert Manurung itu sangat berat. Bapak satu anak itu sangat jago dalam diplomasi dan debat. Dia tak bisa untuk di anggap enteng. Semua argumen Bintang dan Auriga bisa dilawan dengan argumen jitu oleh Manurung. Sehingga kalau mau bekerja sama ya harus sesuai dengan spek yang Manurung tentukan. Tidak sesuai dengan permintaan Auriga. Robert Manurung tentu saja tidak menyetujui permintaan Auriga. Robert Manurung memberi harga di bawah rata-rata dengan spek yang memang sesuai. Kalau spek yang dari Auriga tentu harganya jauh berbeda.

