“Walau dia cacat, tapi dia anak aku yang terhebat,” kata Maureene. Perempuan cantik yang mempunyai anak bernama Alberto tersebut. “Jadi ketika itu Maureene hamil dengan kekasihnya. Sayangnya orang tua Hendrikus tak suka bila Hendrikus menikahi Maureene. Mereka menangkap Maureene dan mencekokin beberapa pil yang membuat Maureene harus perdarahan hebat. Tapi Maureene tidak mau menggugurkan dan dia mempertahankan kehamilannya, sehingga bayi cacat inilah yang lahir.” “Sebelumnya Maureene mengatakan bayi ini milik aku, agar orang tuanya tidak memaksa membunuh bayi ini. Itu sebabnya Alberto adalah anak aku. Tapi akhirnya orang tua Maureene mengerti bahwa bukan aku ayah biologis dari Alberto, ketika Hendrikus datang dan mengakui semuanya.” “Sedihnya Hendrikus langsung bvnuh diri di depan oran

